Postingan

Menampilkan postingan dengan label Merenung

Kenapa Manusia Berbeda-beda?

Gambar
Halo pembaca blog ku. Aku kembali lagi. Gila ya udah berapa lama blog ini ditinggal? 1 tahun? 2 tahun ? 1 abad? (Gak, itu lebay). Kini seorang Dahniar kembali dengan Dahniar yang sama seperti kemarin dengan gaya penulisan yang sama, orang yang sama, dan cerita aneh yang sama. Hanya umur yang sudah semakin tua :/. Diumur yang sudah berkepala dua ini, Aku ingin menceritakan isi kepalaku kepada kalian mengenai manusia. Sebelum itu, Aku mau memberi kabar ke kalian bahwa Aku sudah lulus (yeayyy). Pada tulisan hari ini Aku akan membahas fenomena saat aku masih kuliah dulu.  Kalian pernah memikirkan gak sih bagaimana bisa kita diciptakan di dunia ini dengan sifat yang berbagai macam. Sejauh ini aku belum pernah menemukan manusia memiliki sifat yang sama persis bahkan kembar identik pun pasti punya perbedaan karakter. Se-niat itu Tuhan membuat kita dengan karakteristik yang khas hanya dimiliki individu itu sendiri. Tapi dibalik kekaguman itu, Aku bertanya-tanya kenapa sih kita ...

Mak, Pak.. Maaf Anakmu Tak Sehebat Anak Lain

Gambar
Hari ini hari Minggu. Hari libur kerja. Aku menyempatkan diri pulang ke rumah. Seperti biasa, mamak sudah berdiri di depan pintu. Senyumnya teduh, hangat, seolah tak pernah lelah menyambut anaknya yang sering kali pulang dengan hati penuh beban. Aku masuk ke rumah, bertemu adik-adik. Tidak ada percakapan panjang. Adikku yang autisme hanya menatap dengan caranya sendiri. Yang satu lagi masih berusia empat tahun, sibuk dengan dunianya. Sementara satu lagi sudah terlelap tidur. Sedangkan Bapak sedang bekerja di kampung orang. Seperti biasa. Di momen itu, aku tertegun. Ada rasa yang tiba-tiba menyesak di dada. Keluarga yang dulu kupikir penuh kekurangan, ternyata tidak seburuk yang selama ini kulihat. Dulu aku sering marah pada Bapak. Ia jarang di rumah. Kalaupun pulang hanya beberapa hari, itu pun lebih banyak beristirahat. Aku merasa ia tidak hadir untuk kami. Aku juga sering kesal pada Mamak yang kerap memarahiku. Dan jujur saja, aku pernah lelah mengurus adik-adik. Tiga sek...