Kenapa Manusia Berbeda-beda?


Halo pembaca blog ku. Aku kembali lagi. Gila ya udah berapa lama blog ini ditinggal? 1 tahun? 2 tahun ? 1 abad? (Gak, itu lebay). Kini seorang Dahniar kembali dengan Dahniar yang sama seperti kemarin dengan gaya penulisan yang sama, orang yang sama, dan cerita aneh yang sama. Hanya umur yang sudah semakin tua :/.

Diumur yang sudah berkepala dua ini, Aku ingin menceritakan isi kepalaku kepada kalian mengenai manusia. Sebelum itu, Aku mau memberi kabar ke kalian bahwa Aku sudah lulus (yeayyy). Pada tulisan hari ini Aku akan membahas fenomena saat aku masih kuliah dulu. 

Kalian pernah memikirkan gak sih bagaimana bisa kita diciptakan di dunia ini dengan sifat yang berbagai macam. Sejauh ini aku belum pernah menemukan manusia memiliki sifat yang sama persis bahkan kembar identik pun pasti punya perbedaan karakter. Se-niat itu Tuhan membuat kita dengan karakteristik yang khas hanya dimiliki individu itu sendiri. Tapi dibalik kekaguman itu, Aku bertanya-tanya kenapa sih kita diciptakan beda-beda? Kenapa gak sama saja? kan lebih enak hidup sepaham terus gak sih?. Misal nih ya, kita sepaham dengan Donald Trump mungkin dia gak akan ada kepikiran buat perang. Hal-hal seperti inilah yang membuat Aku confuse, kamu kenapa sih trump ? Bisa gak kita sepaham? damai damai aja lah, ngapain perang perang sih. 
Anyway jangan lupa terus berdoa ya teman teman untuk saudara kita di Palestine dari penindasan dan kekerasan. Semoga saudara saudara kita selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. 

Kembali ke topik. Waktu kuliah, Aku pernah jadi ketua departemen di organisasi. Aku pikir akan mudah karena sudah menjalani 1 periode sebelumnya. Tapi ternyata sesulit itu! Kesulitan utama yang Aku rasakan adalah "perbedaan pemikiran dan karakter". Dalam satu periode aku menjabat aku dihantam banyak sekali masalah dan beban pikiran. Hal tersebut mungkin dirasakan akibat kurangnya pengalaman kepemimpinan sehingga membuatku "kaget". Ternyata mengatur manusia itu kompleks, butuh komunikasi, kendali ego, kesabaran, empati, dll. Pemimpin harus dengar baik-baik, putuskan hati-hati, prioritaskan rasional daripada perasaan. Bukan berarti perasaan itu tidak penting, tetap ada tapi secukupnya. 

Selama periode itu aku mungkin tidak sempurna, banyak kesalahan yang kuperbuat, untuk rekan ku yang membaca ini aku sangat meminta maaf jika tidak optimal saat menjadi pemimpin kalian. Aku sangat merasa kurang saat itu, Aku selalu membandingkan periodeku dengan yang sebelumnya yang menurutku sangat jauh. Aku terus menyalahkan diriku dan tidak ingin mengenang lagi rasanya. Tapi sekarang aku tersadar, peristiwa itu memiliki maksud. Jika aku tidak memberanikan diri mendaftar saat itu, mungkin aku tidak akan tau rasanya menjadi pemimpin harus apa. Aku menerima fakta bahwa memang Aku kurang saat itu tapi setidaknya aku tetap berusaha dan bertanggungjawab menyelesaikan periode tersebut hingga selesai walaupun sambil "ya allah ya allah gimana ini". Kini aku pilih berdamai, belajar dari kesalahan untuk masa depan. Ruminasi kesalahan lama sudah gak berguna juga, toh sudah lewat.

Herannya, di balik itu semua, aku malah terpilih sebagai Most Outstanding Head Department. Kek loh, kok bisa? Cukup terharu, mereka tetap pilih aku meski banyak salah. Dokumentasinya dibawah 
Berdasarkan pengalaman tadi, aku jadi belajar bahwa manusia diciptakan berbeda untuk saling melengkapi. Akibat kurang itulah yang membuat kita satu dengan yang lain saling terhubung. Kalau sama semua, kita gak butuh orang lain, hidup sendirian saja. 

Hal ini ternyata sudah dijawab juga sejak dahulu dalam Al-Quran pada surah Al-Hujurat ayat 13 yaitu: 
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal."

Tuhan memang selalu memiliki rencana yang jauh lebih baik dari pemikiran manusia. 

Sudah cukup panjang celoteh hari ini, sekian Terimakasih

Jangan lupa tersenyum hari ini :) 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mak, Pak.. Maaf Anakmu Tak Sehebat Anak Lain

NIM

THINKING ABOUT SOMETHING